Di Tengah Keterbatasan, Murid SLB Optimis Ikuti TKA

Rabu 08-04-2026,21:30 WIB
Editor : Dede Sandi Mulyadi

JAKARTA, CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA), Senin (6/4). Kali ini TKA digelar khusus untuk SMP/MTs/sederajat, termasuk untuk para murid SMP Luar Biasa (SMPLB). 

Di SLBN Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur pelaksanaan TKA berlangsung dalam suasana hangat dan penuh harapan. Sejak pagi hari, para murid sudah datang dan bersiap untuk mengikuti TKA meskipun dengan keterbatasan yang mereka miliki. 

“Siswa kami miliki tekad dan semangat yang luar biasa untuk mencoba dan belajar mengikuti tes ini,” kata Kepala SLBN Pandaan, Iva Evry Robiyansah. 

Secara keseluruhan ada enam siswa jenjang SMPLB di SLBN Pandaan yang mengikuti TKA hari ini. Mereka merupakan siswa dengan hambatan tunarungu. Di SLBN Semarang, Jawa Tengah pelaksanaan TKA berlangsung rileks. Para siswa merampungkan soal-soal TKA hari dengan gembira dan santai tanpa tekanan. 

BACA JUGA:Mendikdasmen Tegaskan Toleransi dan Pendidikan Karakter Jadi Fokus Penguatan Pendidikan

BACA JUGA:Kemendikdasmen Perkuat Karakter dan Literasi Digital Pelajar

“Kebetulan siswa kami yang mengikuti TKA hanya ada tiga, yakni dua siswa tunarungu dan satu adalah siswa tunanetra,” kata Kepala SLBN Semarang, Sri Sugiarti. 

Menurut Sri, sejak jauh-jauh hari para siswa ini memang telah dipersiapkan untuk mengikuti TKA sehingga mereka sudah jauh lebih siap saat berhadapan dengan soal-soal yang diberikan. Antusias mengikuti TKA juga dirasakan di SLBN Halmahera Barat. Bahkan salah satu siswa yang tidak terdaftar dalam TKA ingin mengikuti ujian ini. 

Raka Aditomo Subagyo, salah satu peserta TKA dari SLBN Pembina Tingkat Nasional Jakarta, mengaku optimis dan bisa menyelesaikan soal-soal dalam TKA hari ini. “Kalau saya optimis karena soal-soal yang tadi keluar sudah kami pelajari selama ini,” kata Raka. 

Menurut Raka, sejak beberapa minggu terakhir pihak sekolah memang banyak memberikan pelatihan untuk menyelesaikan soal-soal ujian sehingga ia mengaku tidak terlalu kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal ujian. 

BACA JUGA:SD Islam Kreatif Muhammadiyah Cianjur Resmi Jadi Sekolah Model Kemendikdasmen

BACA JUGA:Kemendikdasmen Resmi Perbarui Rapor Pendidikan

Meskipun demikian, sebagai siswa tunanetra, Raka mengaku soal-soal ujian yang banyak menggunakan gambar menjadi tantangan tersendiri untuknya. “Kami juga dibantu dengan guru pendamping yang membantu kami memahami soal-soal terutama soal-soal yang terkait gambar,” kata Raka. 

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa selain untuk pemetaan akademik, TKA untuk SMP/MTs/sederajat, termasuk SMPLB juga untuk mendukung Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang sebentar lagi akan dibuka. 

“Jadi, nantinya hasil dari TKA ini akan menjadi penilaian tersendiri dalam proses penerimaan murid baru. Kalau SMP berarti untuk masuk ke sekolah menengah,” kata Dirjen Tatang. 

Kategori :