BKPSDM Cianjur Klaim Terjadi Penghematan Signifikan Akibat WFH
BKPSDM Kabupaten Cianjur memastikan Pemkab Cianjur telah lebih dahulu menerapkan kebijakan WFH ASN sepekan sekali yang diklaim terjadi penghematan signifikan di beberapa sektor. (Foto: DOK CIANJUR EKSPRES)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cianjur menegaskan telah menerapkan lebih dahulu kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur sepekan sekali sejak Februari 2026.
Hal tersebut diutarakan Kepala BKPSDM Kabupaten Cianjur, Akos Koswara menanggapi wacana Pemerintah Pusat terkait kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai diterapkan setelah Lebaran, sebagai upaya penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.
"Kalau di Cianjur sudah dilaksanakan untuk WFH ASN, provinsi sudah, kemudian Pemerintah Pusat sudah, yang belum itu mungkin di sektor swasta yang juga diharapkan bisa melaksanakan WFH sepekan sekali," katanya kepada Cianjur Ekspres, Selasa 24 Maret 2026.
Informasi yang dihimpun, kebijakan penerapan WFH bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur berdasarkan Surat Edaran Bupati Cianjur Nomor 800.1.1.3/0007/BKPSDM/01/2026 dengan sistem hybrid working setiap Rabu dan Kamis yang berlaku sejak 5 Februari 2026. Dimana komposisinya 60 persen WFH dan 40 persen WFO. Langkah ini merupakan bagian dari efisiensi anggaran sekaligus wujud budaya kerja adaptif dan berkelanjutan.
BACA JUGA:BKPSDM Cianjur Sebut 56 Orang PPPK Paruh Waktu Belum Tanda Tangan Kontrak
BACA JUGA:BKPSDM Cianjur: Cuti Bersama ASN Selama Nataru 2025 Hanya Satu Hari
"Kalau di Cianjur mulai Februari dilaksanakan, kalau Provinsi tahun kemarin di bulan November," kata Akos.
Akos pun mengklaim terjadi penghematan yang cukup signifikan di beberapa sektor pada saat penerapan WFH sepekan sekali tersebut.
"Contoh dari penggunaan listrik dan air, lumayan terjadi penghematan yang signifikan," ujarnya.
Hal ini belum termasuk jika nanti pelayanan dilakukan secara online. "Nanti kita akan hitung dari perjalanan dinas, kemudian biaya makan kita hitung," kata Akos.
BACA JUGA:BKPSDM Cianjur Tegaskan Penataan ASN Sudah Tuntas
BACA JUGA:BKPSDM Cianjur Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Ujian Sertifikasi PBJ
"Kita hitung dari satu sektor penggunaan listrik juga sudah terjadi penurunan yang lumayan, dan bisa dimanfaatkan ke kegiatan yang lain," sambungnya.
Sumber: