Aturan Kompor Gas Akan Diubah Jadi Kompor Listrik Tuai Pro Kontra

Aturan Kompor Gas Akan Diubah Jadi Kompor Listrik Tuai Pro Kontra

Pro kontra konversi kompor gas ke kompor listrik (Pixabay)--

JAKARTA, CIANJUREKSPRES- Pemerintah akan berencana melakukan konversi kompor gas ke kompor listrik dalam waktu dekat.

Rencananya, pemerintah akan memberikan paket kompor listrik secara gratis kepada 300 ribu rumah tangga. 

BACA JUGA:Jadwal BRI Liga 1 Pekan ke-11: Ada Persib Bandung vs Persija Jakarta

Nantinya rumah tangga yang menerima paket kompor listrik ialah yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

Paket kompor listrik tersebut terdiri dari satu kompor listrik, satu alat masak dan satu Miniature Circuit Breaker (MCB) atau penambah daya khusus untuk kompor listrik.

"Jadi satu rumah itu dikasih satu paket, kompornya sendiri, alat masaknya sendiri, dayanya dinaikin," kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Rida Mulyana di DPR, Rabu 21 September 2022.

BACA JUGA:Persib Keluarkan Jersey Khusus untuk Suporter

Rida menjelaskan harga paket kompor listrik ini sekitar Rp1,8 juta, sehingga jika sasarannya 300 ribu rumah tangga, maka anggaran yang dibutuhkan tahun ini sekitar Rp540 miliar.

"Kemungkinan masih bisa ada perubahan. Sebab, ada masukan agar daya kompor listrik yang dibagikan dinaikkan," ujarnya.

Rida menyebut, saat ini daya kompor listrik yang akan dibagikan sebesar 800 watt untuk dua tungku. Namun, ada masukan dari DPR agar dayanya dinaikkan menjadi 1.000 watt.

BACA JUGA:Persib Keluarkan Jersey Khusus untuk Suporter

"Perencanaan awal, sama-sama dua tungku, awalnya 800 watt, sekarang mau dinaikkan lagi salah satunya 1.000 MW," terangnya.

Menurut Rida, jika perubahan daya dilakukan, maka akan ada tambahan anggaran untuk satu paket kompor listrik.

Di sisi lain, proses konversi kompor listrik ini masih menuai pro kontra di masyarakat.

Sumber: disway.id