Korban Pergeseran Tanah di Cianjur Minta Kepastian Realisasi Bantuan
Puluhan korban pergeseran tanah saat menyampaikan keluhan soal bantuan yang tak kunjung terealisasi terhadap anggota DPRD Cianjur. (Foto: CIANJUR EKSPRES/Akmal Esa Nugraha)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Puluhan warga yang tergabung dari Aliansi Cianjur Selatan Bangkit dan Pulih mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Cianjur untuk meminta kepastian realisasi bantuan bagi korban pergeseran tanah tahun 2024 yang hingga kini belum terealisasi.
Aliansi Cianjur Selatan Bangkit dan Pulih, Yana Mulyana, mengatakan kedatangan mereka untuk menagih komitmen pemerintah terkait relokasi, perbaikan rumah, dan Dana Tunggu Hunian (DTH).
“Sudah hampir satu tahun belum ada realisasinya. Kami hanya meminta kepastian dari pemerintah,” ujar Yana, Senin, 29 September 2025.
Menurutnya, masih ada sekitar 3.303 di 16 kecamatan yang terdampak dan harus direlokasi. Sejumlah warga hingga kini masih tinggal di kantor desa, posyandu, tenda darurat, bahkan kembali menempati rumah di zona merah karena keterpaksaan.
BACA JUGA:Korban Pergerakan Tanah di Desa Waringinsari Cianjur Menanti Kepastian Direlokasi
BACA JUGA:Korban Pergerakan Tanah di Desa Waringinsari Takokak Mulai Meninggalkan Tenda Pengungsian
“Terkait rumah belum ada kepastian. Bantuan DTH Rp600 ribu per bulan pun belum pernah dicairkan,” katanya.
Yana menegaskan, janji pemerintah saat awal kejadian mencakup bantuan rumah untuk kategori rusak berat, sedang, dan ringan, serta dana tunggu hunian. Namun hingga kini belum dijalankan.
“Sampai saat ini sama sekali belum terealisasi kan,” ujarnya.
Dia berharap pemerintah daerah, provinsi maupun pusat segera memberi kepastian sebelum kondisi bertambah buruk memasuki musim hujan.
BACA JUGA:PMI Cianjur Distribusi Logistik untuk Korban Pergerakan Tanah
BACA JUGA:Khawatir Longsor Susulan, Ratusan Korban Pergerakan Tanah di Bojongpicung Cianjur Diungsikan
“Kami datang kesini itu menagih janji dan mengadu nasib kita gitu, mau kapan dan mau gimana? Apalagi sekarang sudah masuk musim hujan,” katanya.
Sementara itu, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Cianjur, Nurzein, menjelaskan bantuan untuk korban pergeseran tanah saat ini masih dalam proses pengajuan ke pemerintah pusat melalui skema hibah BNPB.
Sumber:
