Pemugaran Situs Gunung Padang Dimulai, Kemenbud: Harus Hati-Hati
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon secara resmi membuka kegiatan Kajian dan Pemugaran Situs Cagar Budaya Nasional Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Rabu (8/10), sekitar pukul 02.55 pagi. (Foto: CIANJUR EKSPRES/Akmal Esa Nugraha)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon secara resmi membuka kegiatan Kajian dan Pemugaran Situs Cagar Budaya Nasional Gunung Padang saat bulan purnama tiba.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menegaskan bahwa Situs Gunung Padang merupakan salah satu warisan kebudayaan paling penting di Nusantara yang menggambarkan kebesaran peradaban masa lampau. Dia menyebut Situs punden berundak yang berada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat itu sebagai piramida Indonesia.
“Situs Gunung Padang ini adalah satu situs yang sangat penting untuk kita segera perbaiki dan pugar. Para ahli peneliti dari tim pak Ali Akbar akan terus mengkaji bagaimana situs ini berfungsi pada masanya,” kata Fadli Zon saat di wawancarai di Gunung Padang oleh Cianjur Ekspres, pada Rabu 8 Oktober 2025, sekitar pukul 02.55 WIB, pagi.
Menurut Fadli, proses kajian dan pemugaran akan dilakukan secara berkesinambungan dan penuh kehati-hatian, mengingat kondisi situs yang berada di area perbukitan dengan potensi rawan longsor.
BACA JUGA:Peneliti: Gunung Padang Sudah Ada Sebelum Kerajaan Sunda
BACA JUGA:Batu Corak Mirip Tapak Harimau di Gunung Padang Masih Menjadi Teka-Teki Bagi Peniliti
“Tahap awal ini akan difokuskan pada bagian lereng atau sisi-sisi situs yang rawan. Dari hasil tinjauan, beberapa bagian di teras bawah dan pojok lereng sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pergeseran. Maka itu yang akan dirapikan lebih dulu,” katanya.
Fadli menambahkan, pemugaran tidak hanya difokuskan pada pelestarian struktur batu, tetapi juga penguatan kawasan agar aman bagi pengunjung. Pemerintah pusat bersama kementerian terkait akan menata ulang jalur kunjungan tanpa merusak struktur asli situs.
“Yang kita perlu jaga adalah jangan sampai situasi ini rusak. Kita harus perbaiki konstruksinya. Beberapa jalan batu aslinya sudah tidak beraturan dan bisa berbahaya. Maka sekarang sudah dibuat jalur alternatif yang lebih aman dan tidak merusak formasi asli,” ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya secara resmi membuka kegiatan kajian dan pemugaran Situs Cagar Budaya Nasional Gunung Padang bertepatan dengan momen bulan purnama. Dia menyebut, pemilihan waktu tersebut memiliki makna simbolik agar sinar bulan purnama dapat menerangi kawasan situs yang sarat nilai sejarah dan spiritualitas. Namun, saat kegiatan berlangsung, cahaya bulan tertutup kabut tebal yang menyelimuti puncak Gunung Padang.
BACA JUGA:Diminati Turis Asing, Gunung Padang Dikunjungi 2.400 Wisatawan Selama Juli 2025
BACA JUGA:Kementerian Kebudayaan Lakukan Kajian Pemugaran Situs Gunung Padang
“Kita berharap suasana terang bulan bisa memberi makna tersendiri, karena sesuai dengan namanya Gunung Padang, artinya terang. Ini simbol agar sejarah dan kebudayaan kita juga tetap terang dan hidup. Ya tapi, saat di atas kita diselimuti kabut tebal, sungguh pengalaman baru yang luar biasa gitu, bagus gitu,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Situs Gunung Padang sekaligus Arkeolog, Ali Akbar, menyampaikan tim bekerja dengan seksama, ilmiah, dan berlandaskan pada peraturan yang berlaku. Dia menegaskan, pemugaran akan dilakukan secara bertahap dengan sistem prioritas, dimulai dari penguatan struktur di bagian lereng yang rentan.
Sumber:
