Wabup Cianjur Tekankan Sinergi Orangtua dan Guru dalam Membentuk Karakter Anak
Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe, berfoto bersama para peserta usai menghadiri tasyakur binikmah dan Inaugurasi Lulusan PPG serta Diklat Berjenjang Guru TK Tahun 2025 di Pendopo Cianjur. (Foto: CIANJUR EKSPRES/Moch. Nursidin)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe, menghadiri tasyakur binikmah sekaligus Inaugurasi Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Diklat Berjenjang Guru Taman Kanak-Kanak (TK) Tahun 2025, yang digelar di Pancaniti, Pendopo Cianjur, Selasa 30 Desember 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Ramzi menekankan pentingnya keselarasan peran orangtua dan guru dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
Ramzi mengatakan, masa pendidikan TK dan PAUD merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter anak. Oleh karena itu, tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di tangan guru, tetapi juga orangtua, terutama ibu, yang harus berjalan seiring dan sejalan dengan guru di sekolah.
“Pendidikan anak usia dini itu bukan hanya tugas guru TK atau PAUD. Orangtua, khususnya ibu, harus sejalan dengan guru. Jangan sampai di sekolah anak diajarkan A, B, C, tapi di rumah justru C, D, E. Itu tidak sejalan,” katanya kepada Cianjur Ekspres.
BACA JUGA:Peringati Hari Pahlawan, Wabup Cianjur Ingatkan Pengorbanan Para Pejuang
BACA JUGA:HMI Cianjur Nyatakan Mosi Tidak Percaya, Desak Bupati dan Wabup Evaluasi Program MBG
Ramzi mengingatkan, perbedaan pola asuh dan nilai yang diterapkan di sekolah dan di rumah dapat membuat anak bingung dan membandingkan perilaku orang dewasa di sekitarnya. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dapat memengaruhi pembentukan karakter anak ke depan.
“Jangan sampai anak-anak kita membandingkan, ‘kalau sama guru begini, kalau sama ibu begini’. Itu bisa terjadi dalam semua hal, baik soal kebaikan, sikap, maupun aturan,” ujarnya.
Menurutnya, ilmu yang diberikan guru TK dan PAUD bukan hanya untuk anak, tetapi juga menjadi sarana membangun bonding dan kedekatan antara guru dan orangtua. Dengan komunikasi yang baik, nilai dan aturan yang diterapkan di sekolah dapat dilanjutkan secara konsisten di rumah.
“Kalau di sekolah guru menyampaikan A, di rumah juga A. Sama. Jangan beri celah anak untuk membandingkan,” kata Ramzi.
BACA JUGA:Wabup Cianjur Minta PNS Buktikan Kinerja di Tengah Wacana Kenaikan Gaji
BACA JUGA:Wabup: Seni dan Budaya Cianjur Harus Tetap Bergerak
Dia juga menyinggung peran lingkungan keluarga besar, seperti nenek dan kakek, yang kerap tanpa disadari menciptakan perbedaan perlakuan terhadap anak karena rasa sayang. Hal tersebut, menurutnya, dapat memunculkan persepsi berbeda pada anak.
“Kadang di rumah sudah rapi, tapi ada nenek atau kakek yang karena sayang jadi melonggarkan aturan. Akhirnya anak merasa, ‘ribet sama mamah, enakan sama nenek’. Ini yang harus dihindari,” katanya.
Sumber:
