JAKARTA,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Otda Kemendagri) mencatat sampai dengan April 2025 setidaknya ada 341 usulan daerah untuk dimekarkan, baik itu mencakup provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.
Direktur Jenderal (Dirjen) Otda Kemendagri Akmal Malik merinci bahwa jumlah itu terdiri dari 42 usulan pembentukan provinsi, 252 usulan pembentukan kabupaten, 36 usulan pembentukan kota, dan 6 usulan daerah istimewa, dan 5 daerah otonomi khusus. "Jadi ada 42 usulan provinsi, 252 kabupaten, 36 kota, nah ada 6 yang meminta daerah istimewa, dan juga ada 5 meminta daerah otonomi khusus," kata Akmal Malik saat rapat dengan Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 24 April 2025. Namun, dia mengatakan bahwa finalisasi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penataan Daerah dan RPP tentang Desain Besar Penataan Daerah menyesuaikan dengan keputusan dan kebijakan politik pemerintah dalam kebijakan moratorium pemekaran daerah. BACA JUGA:Akademisi: Revisi UU ASN Soal Mutasi-Rotasi Tak Selesaikan Netralitas BACA JUGA:Presiden Hormati Kebijakan Tarif Trump Adapun dua RPP tersebut akan menjadi pedoman persyaratan dan teknis dalam pelaksanaan pemekaran daerah provinsi, kabupaten/kota di Indonesia "Ini adalah PR (pekerjaan rumah) kita bersama karena undang-undang mengamanatkan agar pemerintah dan DPR melakukan langkah-langkah ke depan," katanya. Dia mengatakan bahwa pihaknya sedianya tekah menyiapkan dua draf RPP tersebut pada tahun 2016, namun Wakil Presiden RI kala itu yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah memutuskan untuk melanjutkan kebijakan moratorium pemekaran daerah. "Tetapi, ketika kita akan melanjutkan, ini dibawa ke forum Dewan Pertimbangan OTDA yang ketuanya bapak Wakil Presiden, dan ketika itu Pak Wapres itu mengatakan melanjutkan kebijakan moratorium sehingga PP ini menjadi tertunda," kata Akmal. BACA JUGA:PAN Cianjur Semakin Solid, Semakin Kuat: Halal Bil Halal jadi Momen Refleksi dan Perjuangan BACA JUGA:Kemenhan Jelaskan Pembelian 24 Pesawat Tempur F-15EX AS Masih Proses Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima mengatakan bahwa pihaknya meghendaki evaluasi dan pembinaan di daerah yang telah dimekarkan, merespons usulan ratusan pemekaran daerah tersebut. "Kami menginginkan evaluasi dan pembinaan di daerah pemekaran yang lama ini seperti apa dulu," kata Aria ditemui usai rapat. Meski demikian, dia menyadari bahwa sejumlah daerah memang mendesak untuk dilakukan pemekaran. "Supaya tidak terjadi jealous atau iri antara satu daerah dengan yang lain, sementara ini moratoriumnya belum dicabut. Nah, ada daerah-daerah yang masuk akal. Contohnya, Bogor misalnya, tapi itu kan satu paket dengan daerah lain untuk kita tidak membahas lebih dulu," tuturnya. BACA JUGA:Kemenhan Tunggu Arahan Presiden Soal Rencana Evakuasi 1.000 Warga Gaza BACA JUGA:Prabowo dan Sisi Sepakat Kerja Sama RI-Mesir Jadi Kemitraan Strategis Untuk itu, dia menekankan bahwa dalam usulan pemekaran daerah tidak boleh dilandasi oleh alasan administratif dan politis semata, melainkan harus berfokus pada aspek pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. "Jadi sebenarnya terkait dengan peningkatan kesejahteraan dan peningkatan pelayanan publik. Indonesia itu tidak bisa lagi berkembang dengan sentralisasi yang namanya pusat mengendalikan 316 kabupaten-kota, atau mengendalikan 38 provinsi, tidak bisa," kata dia.Kemendagri Catat Ada 341 Usulan Daerah Pemekaran Per April 2025
Jumat 25-04-2025,09:00 WIB
Editor : Dede Sandi Mulyadi
Kategori :
Terkait
Selasa 21-04-2026,22:00 WIB
Wamenag Dukung Perluasan Akses Beasiswa untuk PTS di Daerah
Kamis 05-03-2026,23:38 WIB
Kemendikdasmen Gelar Rakor Direktorat SMP Tahun 2026, Kuatkan Sinergi Pusat dan Daerah
Minggu 04-01-2026,21:00 WIB
DPRD Cianjur Sahkan 13 Perda Sepanjang 2025
Jumat 14-11-2025,10:00 WIB
Soal WFH ASN, Pemkab Cianjur Masih Tunggu Arahan dan Kajian
Senin 20-10-2025,22:01 WIB
Musdes Ciherang Cianjur Tetapkan RKPDes Tahun 2026: Warga Minta Perbaikan Infrastruktur
Terpopuler
Kamis 07-05-2026,19:00 WIB
Aliansi BEM Cianjur dan BEM Nusantara Soroti Pendidikan serta IPM Daerah
Kamis 07-05-2026,10:40 WIB
Dedi Mulyadi Fokus Benahi Tata Ruang Cianjur untuk Cegah Bencana
Kamis 07-05-2026,21:30 WIB
BPBD Prediksi Cianjur Masih Diguyur Hujan Tiga Hari ke Depan
Kamis 07-05-2026,18:30 WIB
KDM Bakal Kaji Geothermal Gunung Gede Pangrango Libatkan Akademisi
Kamis 07-05-2026,18:00 WIB
PMI Cianjur Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir Batulawang Cipanas
Terkini
Kamis 07-05-2026,22:00 WIB
Gubernur Jabar Sebut AI Pengawas Proyek Pemerintah Sudah Berjalan
Kamis 07-05-2026,21:30 WIB
BPBD Prediksi Cianjur Masih Diguyur Hujan Tiga Hari ke Depan
Kamis 07-05-2026,21:00 WIB
Hari Ketiga, Tim SAR Intensif Cari Anak Tenggelam di Sungai Cikondang Cianjur
Kamis 07-05-2026,20:30 WIB
Spanduk Bertuliskan "Cianjur Teu Butuh Raja" Muncul di Tengah Kirab Budaya
Kamis 07-05-2026,20:00 WIB