PMI Asal Cianjur Sakit, Keluarga Minta KDM Bantu Pulang

Rabu 04-02-2026,19:30 WIB
Editor : Dede Sandi Mulyadi

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Nenden Susilawati (31), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Gelam, Desa Buniwangi, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur , dikabarkan menderita penyakit lambung, bahkan kondisinya pun terus menurun.

Kini keluarga Nenden meminta bantuan pemerintah dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk memulangkannya ke Indonesia.

Lilis (53) orangtua Nenden mengatakan, anaknya bekerja selama enam bulan di Arab Saudi, dikabarkan mengalami sakit lambung kronis yang parah. Selama dua bulan terakhir, kondisi fisiknya terus merosot.

"Bahkan, saat selesai makan pun selalu muntah. Jangankan untuk dirawat, anak saya selalu dipaksa untuk bekeja oleh majikannya, padahal dalam kondisi sakit," katanya, Rabu 4 Februari 2026.

BACA JUGA:Pemberangkatan Lima KK Transmigran Asal Cianjur ke Kalimantan Tengah Batal

BACA JUGA:Kantor Imigrasi Cianjur Gelar Sijuragan Goes to School di SMKN 1 Cipanas

Majikannya tersebut, lanjut dia, mulai memperlakukan perilaku buruk setelah menandatangani kontrak kerja selama dua tahun.

“Tiga bulan pertama kontrak berjalan sangat baik, majikan terlihat sangat peduli. Namun setelah tanda tangan kontrak dua tahun, semuanya berubah drastis,” ujarnya.

Meski Nenden sudah menawarkan untuk berobat menggunakan uang pribadinya, sang majikan menolak mengantar dengan alasan sibuk dan biaya medis yang mahal.

"Ya, majikannya suka bilang sibuk kalau anak saya minta berobat, juga bilang mahal, padahal kemarin berobat pakai uang gaji anak saya," katanya.

BACA JUGA:Disnakertrans Cianjur Ungkap Jumlah PMI Bermasalah di Luar Negeri Cukup Tinggi

BACA JUGA:BPBD: Prakiraan BMKG, Cianjur Akan Diguyur Hujan Selama 2 Pekan

Nenden yang menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga setelah ditinggal suaminya, harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan anak dan keluarganya. Anaknya yang masih kecil sangat membutuhkan kasih sayang ibu, kini menanti kepulangannya dengan cemas.

“Anaknya masih kecil. Nenden itu satu-satunya harapan kami. Saya sangat khawatir melihat kondisinya yang terus menurun tapi masih dipaksa bekerja,” ucap Lilis.

Lilis mengatakan, saat meminta untuk melihat foto kondisinya, tidak pernah diberikan, karena akan menambah kesedihan.

Kategori :