Talkshow Speak Up UNPI Cianjur Soroti Pelecehan Seksual di Kampus

Rabu 20-05-2026,18:30 WIB
Editor : Dede Sandi Mulyadi

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - DPK GMNI UNPI bersama PIK-M UNPI menggelar talkshow bertajuk ‘Speak Up: Suara Kita, Ruang Kita’ dengan tema ruang aman di kampus bersama melawan pelecehan seksual, di Aula Universitas Putra Indonesia (UNPI) Cianjur, pada Rabu 20 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 08.00 WIB pagi, serta dihadiri 80 mahasiswa UNPI dari berbagai jurusan semester 2, 4, dan 6. Selain itu, acara juga melibatkan sejumlah tamu undangan dari pihak kampus, BKKBN, Psychology Education, DPC GMNI, dan pihak lainnya.

Ketua Pelaksana kegiatan, Feby, mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari keresahan bersama terkait pentingnya menghadirkan ruang aman di lingkungan kampus, khususnya dalam persoalan pelecehan seksual.

“Kegiatan ini lahir dari visi bersama antara DPK GMNI UNPI dan PIK-M UNPI yang melihat urgensi menghadirkan ruang aman di lingkungan kampus,” katanya.

BACA JUGA:AMAR Gelar Diskusi Publik: Soroti Kemiskinan di Kabupaten Cianjur

BACA JUGA:Diskusi Publik Dewan Kota dan RBUC di LBH Cianjur Dorong Reformasi Sistem Partai Politik dan Revisi UU MD3

Menurutnya, tema tersebut dipilih setelah pihak panitia melihat pelecehan seksual bukan hanya dialami satu gender tertentu, tetapi juga dapat menimpa laki-laki maupun perempuan.

“Kami melihat banyak mahasiswa laki-laki yang juga menjadi korban, tapi sering terhambat budaya maskulinitas untuk melapor,” ujarnya.

Dia menjelaskan, melalui kolaborasi tersebut GMNI berperan dalam pengawalan isu, sementara PIK-M menjadi ekosistem pendampingan sekaligus pusat pengaduan resmi di lingkungan kampus.

“Melalui tajuk Speak Up: Suara Kita, Ruang Kita, kami ingin menegaskan bahwa kampus adalah milik semua gender dan setiap suara punya hak yang sama untuk dilindungi dan didengarkan,” katanya.

BACA JUGA:Wisuda ke-21, UNPI Cianjur Lepas 145 Lulusan

BACA JUGA:DPRD dan Mahasiswa Desak Evaluasi Program MBG Usai Empat Kasus Keracunan di Cianjur

Feby mengaku hingga saat ini belum dapat memastikan ada atau tidaknya kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus karena belum adanya wadah pengaduan yang dikenal luas mahasiswa.

“Selama ini kita berada di situasi abu-abu. Tidak tahu apakah kampus benar-benar bersih atau sebenarnya ada kasus yang tersembunyi karena korban bingung harus melapor ke mana,” katanya.

Maka dari itu, dalam kegiatan tersebut sekaligus dilakukan launching PIK-M UNPI sebagai pusat informasi dan konsultasi resmi bagi mahasiswa.

Kategori :