Musim Pancaroba, Kasus DBD Meningkat, PMI Cianjur Lakukan Fogging di 30 Titik

Kamis 03-11-2022,13:06 WIB
Reporter : Rikzan Rezkyesa Azhari
Editor : Herry Febriyanto

CIANJUR, CIANJUR EKSPRES - Musim pancaroba yang melanda, membuat Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) atau demam berdarah menjadi meningkat dan membuat masyarakat resah.

BACA JUGA:Pelayanan Cekas Manjur Diserbu Masyarakat Wargaluyu Cibinong Cianjur

“Bukan tidak bisa dicegah, aksi Menguras, Menutup dan Mengubur (3M) paling ampuh untuk menekan angka DBD. Kegiatan Fogging atau penyemprotan asap, hanya membunuh nyamuk Aedes Aegypti dewasa, tidak dengan jentiknya,” jelas Wakil Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Cianjur, Hery Hidayat kepada Cianjur Ekspres, Kamis (3/11/2022). 

BACA JUGA:Demokrat Cianjur Tetapkan Pengurus DPAC di 32 Kecamatan, Kolaborasi Baru dan Lama

Meski begitu, PMI Cianjur sudah gencar melakukan fogging di beberapa lokasi yang dianggap memiliki kasus DBD tertinggi yakni Cibeber, Cipanas dan Karangtengah. 

 

“Kita juga lakukan (fogging) di 30 titik termasuk sekolah-sekolah, selain dengan sosialisasi 3M. Karena sekarang kita tidak tahu dari mana nyamuknya, tiba-tiba ada saja (yang terjangkit DBD),” ujar Hery.

 

Pihaknya juga harus bekerjasama dengan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang ada di Cianjur untuk melakukan survey lokasi jentik nyamuk demam berdarah. Setelah ada laporan, barulah PMI melaksanakan fogging.

BACA JUGA:Cianjur Masih Jadi Target Pasar Rokok Ilegal, Selain Murah Juga Dampak Pandemi Covid-19

“Fogging itu berdasarkan permintaan warga, setelah ada survey dan di observasi oleh puskesmas,” kata dia.

 

Habitat nyamuk demam berdarah, kata Hery, tidak hanya di lokasi genangan-genangan air, tapi juga bisa hidup diantara baju-baju yang tergantung di dalam rumah. Genangan di dispenser, disebut juga bisa jadi tempat nyamuk itu berkembang biak.

 

Kategori :