Disnakertrans Cianjur Pantau Rosikah, Pekerja Migran Indonesia yang Menderita Tumor di Arab Saudi

Disnakertrans Cianjur Pantau Rosikah, Pekerja  Migran Indonesia yang Menderita Tumor di Arab Saudi

Kadisnakertrans Kabupaten Cianjur, Endan Hamdani--

CIANJUR, CIANJUREKSPRES - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Endan Hamdani mengatakan, Pekerja Migran Indonesia (PMI) Rosikah (46) asal Desa Bunisari, Kecamatan Pagelaran yang menderita tumor di kepala dikabarkan masih berada di kontrakan Jedah Arab Saudi

Endan mengatakan, Disnakertrans Cianjur terus memantau perkembangan Rosikah saat berada di negara Timur Tengah tersebut. 

BACA JUGA:Sidang Praperadilan, Kuasa Hukum Minta Hakim Hadirkan Penabrak Mahasiswi

"Untuk Rosikah PMI asal Kecamatan Pagelaran Cianjur selatan hingga saat ini masih berada di kontrakan di Jedah Arab Saudi," kata Endan, Senin (20/2). 

Dikatakan Endan, Rosikah berada di Arab Saudi kurang lebih sudah 3 tahun. Dua tahun diantaranya bekerja sebagai asisten rumah tangga. 

"Rosikah diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga selama dua tahun, dan mengalami sakit tumor," katanya. 

BACA JUGA:Komisi B DPRD Cianjur Minta HET Gas 3kg Dikaji Ulang

Menurutnya, hingga saat ini dirinya masih berupaya melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, KJRI dan pihak-pihak terkait," ujarnya. 

Endan berharap Rosikah bisa segera pulang ke tanah air sehingga bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan dilakukan perawatan medis untuk kesembuhan sakit yang dideritanya. 

PMI Ilegal

Sementara, Ketua DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Cianjur, Ali Hildan mengatakan, masih banyak warga Cianjur yang berangkat menjadi asisten rumah tangga di timur tengah dengan cara ilegal. 

"Saya melihat banyak PMI (Pekerja Migran Indonesia, red) asal Cianjur yang berangkat ke Timur Tengah secara ilegal," kata Ali. 

Dikatakan Ali, sebagai lembaga yang bergerak di bidang ketenagakerjaan terlebih PMI tentunya merasa risih karena masih banyaknya yang berangkat ke negara timur tengah secara ilegal. 

"Perlunya ada pengawasan yang serius dari pihak-pihak terkait," katanya. 

Sumber: