Ratusan Ruang Kelas SD di Cianjur Tak Layak Pakai, Ini Kata Disdikpora
ILUSTRASI - Sebanyak 500 ruang kelas SD di Kabupaten Cianjur dilaporkan rusak berat dan tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. (Foto: Dok/CIANJUR EKSPRES)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Sebanyak 500 ruang kelas SD di Kabupaten Cianjur dilaporkan rusak berat dan tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kerusakan tersebut tersebar di 1.200 sekolah dasar yang berada di 32 kecamatan.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Disdikpora Kabupaten Cianjur, Baihaki, mengungkapkan jumlah ruang kelas rusak sebelumnya jauh lebih besar.
“Awalnya tercatat ada 1.649 ruang kelas dalam kondisi rusak. Namun secara bertahap telah dilakukan perbaikan dan pembangunan. Saat ini, masih tersisa sekitar 500 ruang kelas yang kondisinya rusak berat,” ujarnya, Senin (29/9).
Menurutnya, kerusakan tersebut disebabkan oleh dua faktor utama, yakni usia bangunan yang sudah tua dan dampak bencana alam.
BACA JUGA:Komisi IV DPRD Cianjur Soroti Banyaknya Sekolah Rusak
BACA JUGA:Puluhan Sekolah Rusak Akibat Bencana Alam di Cianjur Selatan
“Kebanyakan ruang kelas sudah lapuk dimakan usia. Selain itu, gempa bumi yang mengguncang Cianjur beberapa waktu lalu juga meninggalkan kerusakan yang belum seluruhnya tertangani,” ujarnya.
Dia mengatakan, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama percepatan perbaikan. Setiap tahun, pemerintah daerah hanya mampu mengalokasikan antara Rp5 miliar hingga Rp10 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas.
“Nominal itu hanya cukup membangun sekitar 60 sampai 70 ruang kelas per tahun. Jadi, kami harus membuat skala prioritas,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga memanfaatkan anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Bantuan Provinsi (Banprov). Namun, kontribusinya masih terbatas.
BACA JUGA:Komisi D Dorong Pemkab Cianjur Segera Perbaiki Sekolah Rusak
BACA JUGA:Perbaikan Ratusan Sekolah Rusak Akibat Gempa di Cianjur Ditangani Langsung Kementerian PUPR
“DAU dan Banprov hanya bisa menutupi sekitar 30 ruang kelas setiap tahunnya. Jadi tetap belum sebanding dengan kebutuhan,” ucap Baihaki.
Lebih lanjut, tahun ini, Disdikpora menargetkan pembangunan sekitar 70 ruang kelas dari ruang belajar yang rusak berat.
Sumber:
