Banner Disway Award 2025

“Tepuk Sakinah” Viral, Kemenag Cianjur: Momentum Baik Menanamkan Nilai-nilai Keluarga Sakinah

“Tepuk Sakinah” Viral, Kemenag Cianjur: Momentum Baik Menanamkan Nilai-nilai Keluarga Sakinah

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur di Jalan Raya Bandung. (Foto: CIANJUR EKSPRES/Mochamad Nursidin)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Tren “Tepuk Sakinah” tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Gerakan sederhana yang memadukan tepukan tangan dan syair tentang cinta serta keharmonisan rumah tangga ini viral di TikTok dan Instagram, hingga menarik perhatian generasi muda.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur, Shalahudin Al-Ayubi, menyambut positif fenomena tersebut. Dia menjelaskan, “Tepuk Sakinah” sejatinya merupakan bagian dari metode edukatif dalam Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang digelar oleh Kemenag untuk calon pengantin.

“Awalnya ini hanya digunakan sebagai ice breaking agar suasana pembinaan pra nikah tidak kaku. Tapi karena pesannya mudah diingat dan menyenangkan, akhirnya banyak yang menirukan,” kata dia kepada wartawan, Minggu 12 Oktober 2025.

Menurutnya, gerakan “Tepuk Sakinah” dilakukan di sela-sela sesi Bimwin untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai lima pilar keluarga sakinah. Kini, tren itu berkembang dengan berbagai versi improvisasi yang kerap dilakukan bahkan setelah akad nikah.

BACA JUGA:KemenPPPA: Angka Perkawinan Anak Menurun Tiga Tahun Terakhir

BACA JUGA:Kemenag Cianjur Bakal Resmikan Pasutri Siri Melalui Program Gas Nikah

“Biasanya dilakukan spontan oleh penghulu atau fasilitator Bimwin yang ingin menyebarkan semangat membangun keluarga harmonis. Kami tidak melarang, justru senang karena pesannya positif,” tuturnya.

Dia menilai, viralnya tren ini menjadi momentum baik untuk menanamkan nilai-nilai keluarga sakinah di kalangan generasi muda.

“Pernikahan bukan hanya soal ijab kabul, tapi komitmen membangun kasih sayang dan saling menghargai. Kalau viral karena membawa nilai edukatif, tentu patut diapresiasi,” pungkasnya.

Sumber: