Banner Disway Award 2025

Pendaki Gunung Gede Pangrango Akan Dipasangi Gelang RFID

Pendaki Gunung Gede Pangrango Akan Dipasangi Gelang RFID

Salah satu alat check point pendakian di Kawasan Gunung Gede Pangrango. Pendaki Gunung Gede Pangrango akan dipasangi gelang khusus, yakni Radio Frequency Identification (RFID).(Foto: Dok. PJL Kemenhut)--

 

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Pendaki Gunung Gede Pangrango akan dipasangi gelang khusus, yakni Radio Frequency Identification (RFID) untuk mengupayakan peningkatan keselamatan para pendaki sekaligus meminimalisir pendakian ilegal di Gunung Gede Pangrango.

Inovasi itu digagas Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PJL) Kementerian Kehutanan bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP).

Gelang RFID tersebut akan dipasangkan kepada setiap pendaki resmi saat aktivitas pendakian Gunung Gede Pangrango kembali dibuka. Teknologi itu memungkinkan pendeteksian dan pelacakan pendaki secara otomatis melalui gelombang radio, tanpa perlu pemindaian manual.

Kasubdit Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam Kementerian Kehutanan, Johan Setiawan, mengatakan pihaknya telah menyiapkan lebih dari 1.000 gelang RFID untuk mendukung sistem baru pengelolaan pendakian.

BACA JUGA:Puluhan Pendaki Ilegal Terjaring Selama Masa Penutupan Gunung Gede Pangrango

BACA JUGA:Nekat, Pendaki Naik Gunung Gede Saat Jalur Pendakian Ditutup Sementara

“Ini merupakan bentuk kolaborasi untuk memperbaiki manajemen pendakian Gunung Gede Pangrango. Penerapannya akan dimulai saat pendakian kembali dibuka,” kata Johan, Rabu 21 Januarii 2026.

Dia menjelaskan, infrastruktur pendukung sistem RFID juga telah disiapkan, salah satunya pemasangan tower pemancar sinyal radio di kawasan Alun-alun Suryakancana. Selain itu, akan ada tiga titik cek poin yang secara otomatis mendeteksi pergerakan pendaki.

“Setiap pendaki yang melewati cek poin akan terdeteksi otomatis tanpa perlu melakukan pemindaian atau menekan tombol apa pun,” katanya.

Dia menuturkan, dengan sistem tersebut, proses pencarian pendaki hilang dapat dilakukan lebih cepat dan terarah. Lokasi terakhir pendaki dapat diperkirakan berdasarkan cek poin terakhir yang terdeteksi.

BACA JUGA:Pembukaan Kembali Pendakian Gunung Gede Pangrango 5 November, BBTNGGP: Hoax

BACA JUGA:Tumpukan Sampah di Gunung Gede Kian Menggunung, TNGGP Siapkan Tiga Langkah Strategis

“Kalau sudah melewati cek poin tertentu, pencarian bisa difokuskan di zona tersebut. Kalau belum, berarti masih di sekitar pos awal. Ini membuat pencarian lebih efektif dan peluang selamat lebih besar,” katanya.

Menurutnya, selain aspek keselamatan, gelang RFID juga berfungsi sebagai alat pengawasan terhadap pendaki ilegal. Petugas dapat dengan mudah mengidentifikasi pendaki yang tidak terdaftar resmi.

“Pendaki yang mendaftar secara resmi pasti memakai gelang. Jadi jika ada yang tidak mengenakan gelang, itu bisa langsung dicurigai sebagai pendaki ilegal,” katanya.

Tak hanya itu, pihak pengelola juga telah membangun fasilitas tombol darurat atau panic button di kawasan Alun-alun Suryakancana. Fasilitas ini memungkinkan pendaki melaporkan kondisi darurat secara cepat kepada petugas.

BACA JUGA:Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Sementara Mulai 13 Oktober

BACA JUGA:BBTNGGP-ALTI DKI Jakarta Gelar JOTR 2025-Gede Pangrango Series, Ini Jadwal dan Jumlah Kuotanya

“Panic button sudah tersedia dan ke depan akan kami evaluasi untuk penambahan, termasuk jumlah cek poin jika memang diperlukan,” katanya.

Dia menegaskan, berbagai inovasi tersebut akan terus disempurnakan sebagai bagian dari komitmen meningkatkan keamanan dan keselamatan pendakian di kawasan Gunung Gede Pangrango.

“Kami ingin memastikan pendakian berjalan aman, tertib, dan tetap menjaga kelestarian kawasan,” pungkasnya.(Cr1)

Sumber: