JAKARTA,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Malaysia dari Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu siang, untuk bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di kediaman resminya di Kompleks Seri Perdana, Putrajaya.
Pesawat Kepresidenan yang mengangkut Prabowo lepas landas dari Halim Perdanakusuma pukul 14.27 WIB, dan dijadwalkan mendarat di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur di Selangor, kemudian melanjutkan perjalanan ke Putrajaya. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya kepada wartawan menjelaskan, kunjungan Presiden Prabowo ke Kuala Lumpur hari ini untuk bersilaturahmi dengan PM Anwar dalam suasana Idulfitri 1446 H. “Pak Presiden Prabowo sangat menghormati PM Anwar sebagai seorang pemimpin senior di ASEAN yang mempunyai pengalaman panjang. Beliau lebih dulu menjadi perdana menteri, secara usia juga lebih senior, dan beliau adalah sahabat lama Pak Presiden,” kata Seskab Teddy kepada wartawan Minggu 6 April 2025. BACA JUGA:Lapas Sukamiskin Bandung Beri Remisi Kepada 288 Narapidana Korupsi BACA JUGA:SBY Kembali Menjadi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Teddy, yang juga ikut ke Kuala Lumpur mendampingi Presiden, menyebut selepas bersilaturahmi dengan PM Anwar, Presiden Prabowo langsung kembali terbang ke Jakarta. “(Presiden Prabowo) langsung kembali ke Jakarta malam ini juga,” kata dia. Seskab Teddy, saat ditanya apakah Presiden Prabowo dan PM Anwar juga akan membahas soal tarif Trump, menyebut dua pemimpin negara ketika bertemu tentu akan membahas banyak hal. “Tentunya, kalau kedua pimpinan negara sudah bertemu, pastinya akan membahas banyak hal ya,” kata Teddy menjawab pertanyaan wartawan. BACA JUGA:DPC Gerindra Cianjur Gelar Bukber, Santunan dan Bagi-bagi Takjil BACA JUGA:Tom Maskun Sosialisasikan Perda Nomor 15 Tahun 2017 di Wilayah Sukaresmi Cianjur Presiden Prabowo, PM Anwar, bersama Raja Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, melalui sambungan telepon, berdiskusi membahas strategi untuk menghadapi kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump pada awal pekan ini (2/4). PM Anwar selepas percakapan itu menyebut masing-masing pemimpin berbagi pandangannya terkait kebijakan tarif Trump, dan mengoordinasikan respons bersama terhadap kebijakan tersebut. “Hari ini saya berkesempatan melakukan diskusi melalui telepon dengan para pemimpin negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Singapura untuk memperoleh pandangan dan mengoordinasikan tanggapan bersama mengenai masalah tarif timbal balik oleh Amerika Serikat,” kata PM Anwar sebagaimana dikutip dari akun media sosial resminya di Jakarta, Sabtu (5/4). PM Anwar menyebut menteri ekonomi dari negara-negara ASEAN bakal bertemu minggu depan untuk membahas respons bersama terhadap kebijakan tarif Trump tersebut. BACA JUGA:Prabowo Berniat Bangun Penjara di Pulau Terpencil Buat Koruptor Jera BACA JUGA:Wakil Ketua Komisi VII: Kalau Mau Ubah Kebijakan Harus Masuk Politik “Insya Allah, pertemuan menteri ekonomi ASEAN minggu depan akan terus membahas masalah ini, dan mencari solusi terbaik bagi seluruh negara anggota,” kata PM Anwar. Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025 mengumumkan kebijakan tarif resiprokal kepada sejumlah negara termasuk Indonesia, yang efektif tiga hari setelah diumumkan. Kebijakan Trump itu diterapkan secara bertahap, yaitu mulai dari pengenaan tarif umum 10 persen untuk seluruh negara terhitung sejak tanggal 5 April 2025, kemudian tarif khusus untuk sejumlah negara termasuk Indonesia mulai berlaku pada 9 April 2025 pukul 00.01 EDT (11.01 WIB). Dari kebijakan terbaru AS itu, Indonesia terkena tarif resiprokal 32 persen, sementara Filipina 17 persen, Singapura 10 persen, Malaysia 24 persen, Kamboja 49 persen, Thailand 36 persen, dan Vietnam 46 persen.Presiden Bertolak ke Malaysia Untuk Bertemu PM Anwar di Putrajaya
Minggu 06-04-2025,18:00 WIB
Editor : Dede Sandi Mulyadi
Tags : #tarif
#presiden prabowo
#presiden as donald trump
#pm anwar
#malaysia
#kebijakan tarif
#ekonomi asean
#ekonomi
#asean
Kategori :
Terkait
Kamis 05-03-2026,22:00 WIB
Bupati Cianjur Jamin Kebutuhan Ibu MI Korban Penganiayaan Berujung Kematian
Rabu 04-03-2026,18:09 WIB
Presiden Prabowo Tegaskan Kesiapan dan Peran Mediasi Indonesia
Kamis 26-02-2026,19:00 WIB
Sosiolog Soroti Maraknya Juru Parkir Liar di Cianjur, Ini Katanya
Sabtu 14-02-2026,10:23 WIB
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Efisiensi Anggaran dan Pemberantasan Korupsi
Sabtu 14-02-2026,10:21 WIB
Presiden Prabowo Tegaskan MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi dari Lapisan Paling Bawah
Terpopuler
Minggu 08-03-2026,10:57 WIB
Kemkomdigi Terbitkan Aturan Teknis PP TUNAS Lindungi Anak di Ranah Digital
Minggu 08-03-2026,10:55 WIB
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 Diperpanjang hingga 24 Maret 2026
Minggu 08-03-2026,16:58 WIB
Vanaprastha Gelar Diskusi, Bedah Bahaya dan Manfaat Energi Panas Bumi untuk Lingkungan
Minggu 08-03-2026,21:00 WIB
Menag Soroti Kualitas Pengeras Suara Masjid dan Musala yang Belum Optimal
Minggu 08-03-2026,20:00 WIB
Wamen Fajar Sebut Gerakan ASRI di Sekolah Dapat Menanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Terkini
Minggu 08-03-2026,21:30 WIB
Menhub Dudy Instruksikan Jajaran Kemenhub Konsisten Lakukan Ramp Check
Minggu 08-03-2026,21:00 WIB
Menag Soroti Kualitas Pengeras Suara Masjid dan Musala yang Belum Optimal
Minggu 08-03-2026,20:30 WIB
Kementerian Kesehatan Pastikan Stok Vaksin MR Aman
Minggu 08-03-2026,20:00 WIB
Wamen Fajar Sebut Gerakan ASRI di Sekolah Dapat Menanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Minggu 08-03-2026,19:20 WIB