Komisi B DPRD Cianjur Minta HET Gas 3kg Dikaji Ulang

Komisi B DPRD Cianjur Minta HET Gas 3kg Dikaji Ulang

PENUNDAAN: Komisi B DPRD Kabupaten Cianjur bersama dengan Diskuperdagin dan Hiswana Migas saat menggelar rapat terkait HET LPG tabung ukuran tiga kilogram atau gas melon. Komisi B minta agar ditunda kenaikan harga minimal hingga Idul Fitri.--

BACA JUGA:Jimmi Perkasa Has Berhenti dari Tenaga Ahli, Bupati Cianjur: Sekarang Harus S3

"Cuma yang berkembang, yang dikhawatirkan itu akan adanya kenaikan di tingkat konsumen ataupun di warung,” ungkap dia.

Artinya, kata dia, pihaknya menerima masukan-masukan bagaimana caranya agar di agen atau di pangkalan ini disesuaikan harganya. Karena itu hasil informasi dari kabupaten/kota tetangga  Sukabumi, Bogor, itu sudah duluan naik.

"Kami berupaya dari Hiswana Migas nanti kami akan melaporkan kepada pimpinan bagaimana caranya agar harga yang di warung atau di konsumen ini tidak ada kenaikan lagi,” ungkap dia.

BACA JUGA:Satreskrim Polres Cianjur Tangkap Empat Pelaku Pencabulan

Sedangkan, Ketua DPC Hiswana Migas Kabupaten Cianjur, Hedi Permadi Boy mengatakan, untuk di kota/kabupaten lain  sudah ada penyesuaian harga.

"Jadi intinya InsyaAllah tidak ada kenaikan di tingkat warung, itu saja. Jadi yang ada penyesuaian itu di tingkat agen dan pangkalan,” katanya.

Ditanya soal harga di warung yang saat ini tidak merata, menurutnya hal itu seperti memberesi sesuatu yang lampau, seperti benang kusut.

"Memang dari dulu ini sudah tidak merata di warung, dan bukan hanya di Cianjur, di kota/kabupaten lain pun sama tidak merata. Padahal dari pangkalan itu harga sama semua, karena sudah diatur kalau di pangkalan itu kalau misal waktu dulu Rp14.500 ke Rp16 ribu, artinya Rp1.500 untuk buget pangkalan,” ungkap Hedi.

"Nah untuk ke warung itu harusnya dari Rp16 ribu itu Rp19, 20, margin warung itu ya kurang lebih karena warung itu jumlah sedikit ya 4 ribu, 5 ribu hal yang wajar sebetulnya,” tambahnya.

Tapi, lanjut Hedi, namanya usaha di warung ada yang ingin untung Rp7 ribu, Rp10 ribu. "Insya Allah ke depannya, kita juga panggil pangkalan-pangkalan nanti setiap agen harus memanggil pangkalan. Kita sosialisasi, untuk antisipasi kita juga ada imbauan berupaya benar juga nanti pangkalan-pangkalan harus ngasih ke warung harga eceran tertinggi ke masyarakat sekian. Jadi jangan sampai ada kenaikan di tingkat warung,” ujarnya.

Sumber: