Banner Disway Award 2025

Viral Musik DJ di Alun-Alun, MUI Hingga DPRD Cianjur Kecam Keras

Viral Musik DJ di Alun-Alun, MUI Hingga DPRD Cianjur Kecam Keras

Kerumunan penonton tampak memenuhi area Alun-alun Cianjur saat pergelaran musik DJ. MUI hingga Anggota DPRD Cianjur mengecam keras kegiatan tersebut karena dianggap menodai kesucian Masjid Agung yang berdiri tepat disamping alun-alun. (CIANJUR EKSPRES/Moc--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Gelaran musik DJ di Alun-alun Cianjur beberapa hari lalu memicu kontroversi dan menuai kecaman luas dari masyarakat, ormas Islam hingga DPRD.

Pasalnya, alun-alun yang selama ini difungsikan sebagai pusat kegiatan budaya Ngaos, Mamaos, Maenpo dan berdampingan langsung dengan Masjid Agung Cianjur, justru dinodai oleh acara hiburan yang dianggap tidak pantas.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, KH Abdul Rouf, menegaskan, kegiatan tersebut telah menimbulkan reaksi keras dari umat Islam

“Itu sudah kami tindaklanjuti dengan mengumpulkan ormas-ormas Islam. Hasilnya disepakati untuk direkomendasikan ke Pak Bupati agar tidak terulang kembali. Intinya, jelas ada ketidakpatutan kegiatan seperti itu di depan Masjid Agung,” tegas Ketua MUI kepada Cianjur Ekspres, Rabu (3/9/2025).

BACA JUGA:Pembukaan Kembali Alun-alun Cianjur Disambut Antusias Warga

BACA JUGA:Taman Alun-alun Cianjur Ditutup Sementara

Sikap serupa disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur, M Isnaeni. Menurutnya, penyelenggaraan musik DJ di dekat sarana ibadah tidak bisa dibenarkan. 

“Saya sangat setuju dengan MUI. Apapun kegiatan musik di sekitar Masjid Agung itu tidak elok. Saya kaget kok bisa diizinkan, seharusnya Pemda lebih selektif memberikan izin. Kalau untuk musik islami masih banyak tempat, seperti di Prawatasari atau Badak Putih, bukan di alun-alun,” ujarnya.

Isnaeni menambahkan, pihaknya akan segera memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meminta penjelasan soal izin acara tersebut. 

“Kalau memang ada OPD yang memberikan izin, kita akan minta Bupati mengevaluasi,” kata Isnaeni.

BACA JUGA:Angin Kencang Robohkan Tenda Bazar dan Pameran UMKM di Alun-alun Cianjur

BACA JUGA:Hari Santri Nasional, Ada Pesantren Expo di Taman Alun-alun Cianjur

Kecaman juga datang dari Gerakan Santri Bersatu (GSB) Kabupaten Cianjur, Ketua GSB, Fawaid Abdul Qudus menilai acara tersebut melukai perasaan Santri, pesantren, hingga masyarakat umum. 

“Kami sudah menyampaikan aspirasi kepada Bupati. Alhamdulillah beliau merespons baik dan berkomitmen menjaga Cianjur dari acara-acara yang tidak mencerminkan nilai budaya santri dan tiga pilar budaya Cianjur,” katanya.

Sumber: