Banner Disway Award 2025

Gangguan Jiwa, Seorang Pria di Leles Cianjur Terpaksa Dipasung

Gangguan Jiwa, Seorang Pria di Leles Cianjur Terpaksa Dipasung

Adun (38) warga Kampung Cipeundeuy RT 006/RW 002, Desa Nagasari, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, terpaksa harus dipasung menggunakan rantai di luar rumahnya.(Foto: Dokumentasi Camat Leles)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Adun (38) warga Kampung Cipeundeuy RT 006/RW 002, Desa Nagasari, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, terpaksa harus dipasung menggunakan rantai di luar rumahnya.

Adun terpaksa dirantai akibat mengalami gangguan jiwa yang sejak duduk di bangku SMP oleh keluarganya.

Pihak keluarganya sempat membawa Adun ke tempat pengobatan alternatif. Namun kondisi kejiwaannya tidak kunjung membaik sehingga proses pengobatannya dihentikan.

Karena tidak adanya penanganan khusus, Adun kerap mengamuk serta menyerang dan merusak rumah warga lainnya sehingga sangat meresahkan.

BACA JUGA:Ketua DPRD Cianjur Janjikan Bantuan Psikiater Bagi Empat Warga Gangguan Jiwa di Sabandar

BACA JUGA:Dinkes Cianjur Pastikan Tiga Bersaudara Yang Alami Gangguan Jiwa Mendapatkan Pemeriksaan dan Perawatan

Melihat kondisi itu, pihak keluarga memutuskan untuk merantai bagian tangan Adun, dan menempatkannya di halaman belakang rumah dengan hanya disaungi atap seadanya.

Camat Leles, Segi Tabah Hermansyah mengungkapkan, Adun hidup berdua dengan ayahnya yang sudah tua. Sedangkan ibunya meninggal dunia dan adik laki-lakinya sudah tidak tinggal serumah.

"Keluarga Adun merupakan salah satu yang masuk dalam ketegori miskin. Adun juga menurut keluarganya sudah dirantai sejak beberapa tahun terakhir," katanya, Senin 2 Februari 2026.

Selama dirantai, lanjut dia, kondisinya cukup memprihatinkan, dan aktivitas sehari-harinya dilakukan di satu tempat, bahkan untuk buang air besar dan kecil dilakukan di sana.

BACA JUGA:Tiga Bersaudara di Cianjur Alami Gangguan Jiwa, Warga Harap Dirawat di RSJ

BACA JUGA:Dua Warga Cianjur Jadi Korban Pembacokan Pria Diduga ODGJ

"Keluarganya masuk kategori miskin, sehingga tidak mampu untuk memberikan penanganan dan pengobatan yang maksimal," ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah kecamatan dan desa telah memberikan bantuan sosial serta berencana membawanya ke fasilitas kesehatan jiwa agar mendapatkan penanganan yang maksimal.

Sumber: