Disdik Jabar Makmurkan Masjid Al Jabbar, Jadikan Sarana Pembentukan Karakter Siswa

Disdik Jabar Makmurkan Masjid Al Jabbar, Jadikan Sarana Pembentukan Karakter Siswa

SEGERA DIRESMIKAN: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau progres pembangunan Masjid Al Jabbar. (istimewa)--

BANDUNG,CIANJUR EKSPRES  - Dinas Pendidikan Jawa Barat akan memfungsikan Masjid Al Jabbar sebagai sarana pembentukan karakter siswa. Masjid Al Jabbar yang terletak di Bandung ini akan segera diresmikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam waktu dekat. 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi telah menyiapkan beberapa program untuk memakmurkan masjid tersebut.

BACA JUGA:Wisata Religi Baru di Jawa Barat, Ada Museum Rasulullah di Masjid Al Jabbar

Dedi Supandi menjelaskan, sekitar 1,9 juta siswa yang tersebar di 5.032 sekolah di Jawa Barat akan memakmurkan Masjid Al Jabbar melalui program 7 hari berkarakter, Smartren Ramadan, diskusi keagamaan, infaq dan rantang siswa. 

“Masjid Al Jabbar ini akan berfungsi sebagai pertemuan forum pelajar juara se Jawa Barat. Mereka akan berkumpul dan mengimplementasikan tentang hal-hal kebaikan yang ada dalam program 7 hari berkarakter,” kata Dedi.

Program 7 hari berkarakter ini mengajak siswa mengimplementasikan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi kebaikan itu kemudian diabadikan dengan ponsel dan diposting ke media sosial masing-masing. 

BACA JUGA:Bupati Cianjur Pastikan Pembangunan Jalan Sinagar-Cipelah Tahun 2023

Dedi menegaskan, kebaikan yang diposting di media sosial bukan berniat mengajarkan kesombongan. Melainkan untuk menyebarluaskan kebaikan kepada masyarakat.

“Indonesia butuh penyebaran kebaikan. Dan artinya, akan ada sekitar 12 ribuan postingan foto dan video kebaikan yang tersebar di media sosial dari pelajar Jawa Barat setiap minggunya,” kata Dedi.

Program 7 Hari Berkarakter atau disingkat 7 Harkat ini yakni Senin bercerita tentang aktivitas wawasan kebangsaan. Selasa bercerita tentang wawasan internasional. Rabu tentang literasi dan lingkungan hidup. Kamis tentang budaya lokal. Jumat cerita tentang olahraga dan agama. Sabtu tentang rumahku surgaku. Minggu tentang sosial kemasyarakatan.

Hal nyata yang kerap diceritakan siswa pada program 7 Harkat ini seperti membantu orang tua melintas di jalan raya. Melancarkan berbahasa Inggris atau bahasa lainnya setiap Selasa. Membiasakan peduli dan menjaga lingkungan sekitar setiap Rabu. 

BACA JUGA:Gempa Tak Pengaruhi Investasi di Cianjur, Nilainya Melebihi Target Rp1,64 Triliun

“Kami ingin media sosial ini diisi dengan kebaikan, bukan kebencian, membicarakan kesalahan orang lain, menyebar berita bohong. Dan kebaikan ini sentrumnya harus di masjid. Salah satunya Masjid Al Jabbar,” kata Dedi. 

Menurutnya, Masjid Al Jabbar akan menjadi sentrum kegiatan keagamaan pelajar dalam rangka membentuk karakter siswa. Menjadi tempat berkumpul para komunitas pelajar Jawa Barat untuk berdiskusi tentang kebaikan, dipandu para pembimbing dan mentor di bidang keagamaan. Hal ini dilakukan menuju pelajar juara lahir batin.

Sumber: