Arsitek ITB Bangun Puskesmas Darurat Berbahan Kayu di Lokasi Gempa

Arsitek ITB Bangun Puskesmas Darurat Berbahan Kayu di Lokasi Gempa

Rumah Amal bersama para ahli ITB membangun semi bangunan puskesmas untuk warga Cugenang.--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES - Puskemas di Kecamatan Cugenang, Cianjur mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa 5,6 magnitudo, beberapa waktu lalu. Rumah Amal bersama para ahli ITB membangun semi bangunan puskesmas untuk warga Cugenang.

Rumah Amal Salman bersama para inovator sedang membuat puskesmas ramah bencana agar warga yang terdampak bisa segera tertangani dengan aman dan nyaman.  

BACA JUGA:KM Communication Sajikan Konsep Event Organizer Fresh dan Out of The Box

Teknologi sederhana semi tunel atau terowongan yang berkembang menjadi vektor kayu dirancang oleh arsitek ITB, Dr ing Andry Widyowijatnoko ST MT, dalam membangun shelter medis di Puskesmas Cugenang yang terdampak gempa.

Shelter tersebut mempunyai fungsi utama untuk ibu melahirkan, perawatan balita, dan lansia. Latar belakang dibangunnya shelter untuk memupuk mental warga yang masih was-was berobat dan dirawat di Puskesmas bangunan lama. Untuk memenuhi standar kesehatan, lantai ditinggikan dengan bahan multiplexs.

Arsitek ITB, Andry mengatakan, Puskesmas merupakan objek vital di lokasi gempa yang lokasinya berada di Desa Mangunkerta. Saat dia datang bersama rekan ada beberapa fasilitas yang mengalami kerusakan. Timnya yang memiliki teknologi dan bisa membangun dengan cepat berbahan kayu langsung menawarkan dan disambut baik pihak puskesmas.

BACA JUGA:Usai Dilantik, BPC HIPMI Cianjur Diminta Segera Menyusun Program Kerja Inovatif dan Bermanfaat Bagi Warga

“Teknologi seperti ini sudah kami aplikasikan juga di Lombok, Palu, dan Mamuju. Puskesmas darurat dengan bahan kayu ini dibuat kerjasama antara LPPM ITB, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan  Pengembangan Kebijakan ITB dan juga Rumah Amal Salman,” kata dia kepada wartawan, Selasa (7/2).

Dia mengungkapkan, pertimbangan bangunan ramah gempa disambut antusias warga yang hendak berobat, alasan itu juga yang membuat pihaknya membuat sebuah struktur yang relatif ringan tapi kuat.

“Jadi kita juga ingin menghadirkan sebuah arsitektur yang lebih fungsional tapi juga memiliki estetika yang lebih bagus,” katanya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy, mengatakan keberadaan shelter medis yang dibangun Rumah Amal Salman sangat berimbas kepada kenyamanan warga Cugenang untuk berobat.

“Kami mengapresiasi pembangunan puskesmas ini. Pasalnya puskesmas ini memiliki wilayah kerja 9 desa dan lebih dari 60 ribu warganya yang terdampak gempa,” katanya.

Dia melihat shelter medis sudah memberikan  ruang pelayanan yang layak dimana ventilasinya cukup, pencahayaannya cukup, sirkulasinya juga memadai, dan untuk mobilisasi internal kesehatan maupun pasien juga memadai.

Dr Yuli Hadianto dokter fungsional Puskesmas Cugenang menyambut baik adanya shelter medis.

Sumber: